LAPORAN KEUANGAN JANTUNGNYA PERUSAHAAN

laporan-keuangan

RATA-RATA UMKM JANTUNGNYA COPOT

Pernah mengalami omset naik, tapi labanya malah turun? Atau penjualan naik tapi uangnya nggak ada. Atau malah gak tahu sama sekali penjualan sedang naik atau turun? Hanya pakai perasaan. Perasaan hari ini rame, perasaan kemarin sepi, tanpa laporan keuangan.


Disclaimer: saya tidak sedang menjual aplikasi keuangan atau menjual apapun ttg keuangan. Hanya ingin sharing aja.


Akhir-akhir ini saya sering lihat-lihat laporan keuangan perusahaan publik di BEI. Hanya ingin belajar.
Kadang melihat laporan yang komplit, baik dalam bentuk laporan keuangan atau laporan analisa seperti gambar-gambar di postingan ini. Rasanya jadi iri, enak sekali menganalisa usaha kalau laporanya lengkap seperti ini. Apa yang terjadi di usaha kita bisa langsung tercermin di laporan keuangan.

Apakah penjualan sedang tumbuh, atau sebaliknya. Operating cash kita naik atau malah finacing cash yg naik. Apakah net profit kita naik atau turun. Kalau turun kenapa bisa turun, apakah salesnya yg turun, atau gros profitnya yg turun atau cost nya yg naik. Cost apa yg perlu ditekan. Atau lebih banyak menjual produk yg margin nya tipis. Apa solusinya supaya produk dengan margin lebar bisa banyak kejual.
Apakah debt equity rasio kita terus turun dan menunjukkan perbaikan atau malah melaju naik diatas 100%.


Apakah aset kita naik atau malah turun. Dan banyak lagi.
Apakah kondisi perusahaan sehat-sehat aja, atau butuh terapi.
Semua tercermin di laporan keuangan.

laporan-keuangan

Lalu apa jadinya kalau kita nggak punya laporan keuangan.

Ya itu tadi.. Pakai ilmu kira-kira dan feeling.
Emang jelek?


Nggak juga, hanya saja tidak terukur. Dan kadang. Bisa salah menyimpulkan.


Ada teman saya beberapa tahun lalu punya usaha distribusi barang dengan merk-merk terkenal. Tapi hanya fokus kontrol stok. Tanpa laporan keuangan. Ia sudah menjalankan bisnis selama 5 tahun, terasa jalan ditempat.


Akhirnya dia memaksakan diri pakai aplikasi akunting. Tiga bulan berikutnya telpon saya dan dia bilang terima kasih sudah diingatkan, kemarin usaha saya resmi saya tutup, katanya begitu.


Terus saya tanya kenapa?


Dia bilang omset 1,2 M per bulan, ternyata net profitnya hanya 2,5 juta rupiah.


Tragis kan…
Nah sekarang gimana dengan UMKM yang rata-rata nggak punya laporan keuangan?
Ya.. Kira-kira nggak jauh-jauh dari kasus teman saya tadi. Blank, nggak tahu kondisi usahanya.
Saran saya kalau mau usaha, belajarlah tentang keuangan. Karena bisnis itu banyak bicara tentang uang.


Salam sukses
Iwan Setiawan

Posts created 10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas